Wednesday, November 30, 2016

Videotron di Semarang Digunakan untuk 'Pamer' Anggaran



Jakarta - Videotron milik Pemerintah Kota Semarang yang biasanya digunakan untuk menampilkan iklan layanan masyarakat atau informasi agenda acara, kini fungsinya bertambah. Layar elektronik berukuran besar di dekat Tugu Muda itu juga menjadi alat tranparansi anggaran.

Terpantau di lokasi, Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/11/2016), anggaran APBD Perubahan Kota Semarang 2016 yang ditampilkan bertotal Rp 226 miliar dari berbagai bidang dan dinas. Tampilan anggaran perubahan itu dibentuk dalam format slide show. 

Contoh anggaran yang ditampilkan antara lain dari Dinas Kesehatan dengan jumlah anggaran Rp 43.966.965.991,00. dengan rincian belanja langsung Rp 38.049.742.515 dan belanja tidak langsung sebesar Rp 5.917.223.476. Dalam tampilan tersebut juga diberi keterangan belanja langsung terdiri dari belanja pegawai, belanja modal, dan belanja barang jasa.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, berharap masyarakat tidak ragu dengan kinerja Pemkot Semarang dalam mengelola anggaran. 

"Melalui penayangan APBD seperti ini tidak perlu lagi ada keraguan karena yang kita lakukan semata-mata adalah melayani masyarakat," kata Hendrar.

Pemkot Semarang merupakan salah satu daerah yang mengalami penundaan Dana Alokasi Umum dari pemerintah pusat sebesar Rp 264 miliar. Namun hal itu menurut Hendrar bisa diatasi dengan kebersamaan masyarakat sehingga memang perlu menumbuhkan dan menjaga kepercayaa masyarakat terhadap pemerintah setempat.

"Melalui cara ini diharapkan kepercayaan masyarakat bertambah dan partisipasi terhadap pembangunan akan semakin meningkat," tandasnya.

Hendrar menjelaskan anggaran perubahan APBD 2016 difokuskan pada pos anggaran di sektor pelayanan untuk masyarakat, diantaranya seperti penyediaan solar di rumah pompa. Kemudian di sektor kebersihan hingga sewa alat berat di dinas PSDA untuk pengerukan sedimentasi sebagai pencegah banjir mengingat curah hujan tahun ini cukup tinggi.

Tampilan pada videotron memang tidak detil dengan menampilkan tabel-tabel karena akan sulit dibaca pengguna jalan, lagipula lokasinya berada di lokasi padat. Jika ada warga yang penasaran dengan detilnya bisa bertanya pada SKPD terkait atau mencari tahu di website www.semarangkota.go.id.

Tuesday, November 29, 2016

Laris Manis, Renault KWID tembus 100 ribu unit

Delhi - Renault KWID baru saja mencatatkan satu tonggak penting di India. City car ini sudah terjual sebanyak 100 ribu unit, sekaligus membuatnya jadi yang paling laris dari seluruh model dari pabrikan Perancis. 

KWID sendiri, sebagaimana dilaporkan NDTV Auto, adalah tulang punggung Renault. Kontribusinya lebih dari 50 persen dari total penjualan.
"Dari Januari hingga Agustus 2016, kami telah menjual 87 ribu unit mobil dimana 65 ribu di antaranya KWID," ujar CEO dan MD Renault India, Sumit Sawhney. Adapun rerata penjualannya perbulan ada di angka 10 ribu unit. 

Popularitas mobil ini tidak bisa dilepaskan dar harganya yang miring. Di India, mobil ini paling murah dibanderol Rp 52 juta (tipe 800 cc) hingga Rp 77,8 juta

Angka ini membuat Renault KWID menjadi satu dari 10 mobil terlaris di India. Beberapa model populer lain adalah Maruti (Suzuki) dan Wagon R. Jangan heran, sebab Suzuki memang penguasa mutlak pasar roda empat India. 

Renault KWID pertama kali diperkenalkan di India pada September 2015 lalu. Saat itu mobil ini dilengkapi dua pilihan mesin, 800 cc dan 1.000 cc. Varian transmisi otomatis KWID baru saja diperkenalkan, awal November lalu. 

Sementara di Indonesia hanya ada pilihan mesin 1 liter saja. Perlu dicatat, meski punya kubikasi mesin kecil, mobil ini tidak termasuk atau mengikuti program low cost green car(LCGC) atau mobil murah ramah lingkungan.
Renault KWID ditawarkan dengan banderol sangat miring, yakni Rp 117,7 juta on the roadJakarta.

Bunuh Anak Kandung yang Masih Balita, Orangtua di Bogor Diduga Stres

Kabupaten Bogor - Belum hilang dari ingatan peristiwa kematian Aditya Fadilah (4) yang tewas disiksa ibu kandungnya di Palembang, kini ada kasus yang hampir serupa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Yeol Ghi Nichiardo (3) tewas diduga dibunuh kedua orang tuanya. 

Kapolres Kabupaten Bogor AKBP AM Dicky Gading Pastika menyatakan, motif orangtua Yeol menghabisi nyawa anaknya karena tersulut emosi berlatar belakang himpitan ekonomi. Ibunda Yeol adalah pegawai pabrik sedangkan ayahnya tak memiliki pekerjaan tetap

"Diduga karena masalah ekonomi. Ayahnya pengangguran, banyak utang," kata AKBP Dicky, saat dikonfirmasi, Selasa (29/11/2016) malam. 

Orangtua Yeol, AA (24) dan SP (25) kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Yeol diduga kerap menjadi sasaran amarah keduanya. 

"Jadi orangtua kesal dengan kondisi ekonomi yang kurang baik, kemudian anaknya jadi sasaran kalau lagi marah," ujar Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan. 

Yeol merupakan anak semata wayang kedua pelaku. Selama ini, mereka tinggal di sebuah kontrakan kecil di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. 

"Korban lebih sering bersama ayahnya. Karena ibunya kerja di pabrik. Ayah korban itu hanya buruh serabutan," tutur Bimantoro. 

Penganiayaan yang diduga dilakuka AA dan SP mengakibatkan korban mengalami memar di kepala dan pendarahan di otak. Selain itu juga ada luka bekas sabetan di punggung

"Dari hasil visum sementara yang menyebabkan kematian korban ini adalah pendarahan di otak," imbuhnya.